3 Tim Pertama Lolos Ke LEC Summer 2019

Berbeda dengan LCS yang pada minggu ini sudah memasuki minggu terakhirnya dan dekat dengan babak Playoffs, LEC masih harus menyelesaikan 2 minggu lagi sebelum mengakhiri Split. Jarak perjalanan jauh selepas dari MSI dan Rift Rivals memaksa LEC untuk menunda dua minggu pertandingannya supaya tim yang berpartisipasi pada dua turnamen tersebut bisa mengatasi jetlag dan segera memulihkan diri

Meskipun masih tersisa dua minggu lagi, setidaknya sudah ada tiga tim yang memastikan diri akan berlaga di babak Playoffs LEC Summer 2019 mendatang. Posisi ketiga tim ini sejauh ini tidak tergoyahkan oleh tim-tim lainnya dan memilki peluang besar untuk menempati posisi tiga teratas pada akhir Split nanti. Ketiga tim tersebut adalah G2 Esports, Fnatic, dan Splyce.

Sebenarnya G2 Esports sudah memastikan diri lolos ke Playoffs sejak minggu lalu, namun pada minggu inilah mereka baru berhasil memantapkan diri di puncak klasemen dan memiliki peluang paling besar untuk menempati posisi puncak klasemen dibandingkan dua pesaing terdekatnya.
Minggu ini G2 Esports sempat menerima kritik dari sebagian orang usai menderita kekalahan dari Vitality. Pick Garen yang digunakan dianggap sebagai cara G2 Esports untuk menunjukkan bahwa mereka meremehkan lawannya dan sama sekali tidak berniat untuk bermain secara serius. Untungnya pada laga melawan Fnatic, G2 Esports bisa menebus kekalahan tersebut.
Walau Fnatic berhasil mendapatkan keunggulan early berkat comfort pick seperti Aatrox, Twisted Fate, dan Karma, G2 Esports sukses merebut keunggulan tersebut saat memasuki mid game. G2 Esports sangat aktif memberikan pressure dan terus mengunci pergerakan Fnatic tanpa ada celah sedikitpun. Keunggulan tersebut mempermudah G2 Esports untuk menguasai permainan dan mengunci kemenangan dalam 24 menit.

Biarpun menderita kekalahan yang terbilang telak saat melawan G2 Esports, Fnatic sudah berhasil mengamankan spot babak Playoffs usai mencetak kemenangan gemilang melawan FC Schalke 04 pada laga pertama. Meskipun peluang untuk menguasai puncak klasemen jauh lebih kecil dibandingkan rivalnya, setidaknya mereka punya peluang untuk mengunci posisi kedua.

Melawan FC Schalke 04 yang melakukan target ban 5 Support sekaligus (Pyke, Rakan, Yuumi, Braum, Thresh) guna memancing Fnatic memainkan duo Support Botlane yang akan dicounter oleh Blitzcrank, Fnatic langsung bereaksi dengan memban Blitzcrank dan mengunci Ivern, champion yang sudah lama tidak terlihat di kancah kompetitif. Keadaan ini memaksa IgNar untuk mengunci Nautilus.
Fnatic bermain dengan strategi Funnel berpusat pada Nemesis yang akan didukung oleh 3 Support sekaligus (Ivern, Karma, Tahm Kench). Mereka sukses memainkan win condition strateginya dengan memaksa FC Schalke 04 melakukan fight secara terus menerus yang membuat Nemesis unggul lebih cepat.
Satu persatu kill dan kemenangan teamfight yang didapat Fnatic semakin memperkuat Nemesis dan FC Schalke 04 tidak bisa berbuat apa-apa. Setelah bertahan sampai menit ke-26, pertahanan FC Schalke 04 tumbang dan kemenangan sukses diamankan Fnatic.

Sama halnya dengan G2 Esports, Splyce sempat menderita kekalahan secara mengejutkan dari tim papan bawah Excel Esports. Kekalahan telak ini membuat publik meragukan performa Splyce dan bertanya-tanya apakah Splyce mampu bersaing dengan tim-tim papan atas lainnya yang berada diatasnya. Untungnya mereka berhasil menebus kekalahan tersebut dan menjadi tim ketiga yang lolos ke babak Playoffs.

Xerxe yang bermain buruk saat melawa Excel Esports membayarnya lewat pertandingan ini. Ia tak hanya aktif melakukan early gank namun Ia juga berpartisipasi pada setiap early kill yang dicetak Splyce.
Keunggulan early ini berhasil dipertahankan Splyce. Mereka tak henti-hentinya menekan dan menguasai objektif dari Rogue untuk terus memperpanjang keunggulan. Splyce yang tak bisa dihentikan terus menekan base Rogue dan sukses mengamankan kemenangan pada menit ke-35.

Walaupun sudah berhasil lolos ke babak Playoffs, ketiga tim ini masih harus berjuang keras memperebutkan posisi teratas pada empat pertandingan terakhir. Persaingan Fnatic dan Splyce untuk memperebutkan posisi kedua akan menjadi tontonan menarik, apalagi pada minggu terakhir nanti kedua tim akan menjalani pertemuan keduanya yang akan menjadi penentuan tim mana yang berhak menempati posisi kedua.
Selain itu, tim-tim lainnya juga masih akan berjuang keras memperebutkan spot di babak Playoffs. Masih ada tiga spot tersisa yang akan diperebutkan oleh tujuh tim tersisa, baik tim papan tengah maupun tim papan bawah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.